MADILOG.CO, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) menambah nilai paket penukaran uang untuk periode Lebaran 2026. Langkah ini diambil menyusul kondisi ekonomi nasional yang menunjukkan tren pertumbuhan positif.
Deputi Gubernur BI, Ricky Perdana Gozali, menyampaikan bahwa nominal paket penukaran kini dinaikkan dari Rp 4,3 juta menjadi Rp 5,3 juta per paket. Dengan kebijakan tersebut, masyarakat dapat menukarkan uang dalam jumlah lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan, jumlah paket yang disiapkan meningkat signifikan hingga sekitar 86 persen, hampir dua kali lipat dari realisasi tahun lalu.
Selain menaikkan nilai per paket, BI juga menambah total dana dalam program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026 sebesar 15 persen dari rencana awal. Kebijakan ini didasarkan pada proyeksi pertumbuhan ekonomi yang dinilai semakin kuat.
Pada kuartal IV-2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat 5,39 persen secara tahunan (year on year), menjadi capaian tertinggi sejak kuartal III-2022. Kondisi tersebut diperkirakan akan berdampak pada meningkatnya kebutuhan uang tunai masyarakat menjelang Hari Raya.
Secara keseluruhan, BI menyiapkan dana sekitar Rp 185,6 triliun untuk kebutuhan penukaran uang selama Ramadan dan Idulfitri tahun ini. Angka tersebut lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 180,9 triliun. Dari total dana tersebut, sekitar Rp 177 triliun dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan perbankan, termasuk layanan penarikan tunai melalui ATM dan kantor cabang.
Untuk mempermudah masyarakat, proses pemesanan penukaran dilakukan lewat Aplikasi PINTAR. BI bersama perbankan menyediakan 2.883 titik layanan dengan total 8.755 layanan penukaran di berbagai wilayah Indonesia.
Layanan tersebut mencakup kas keliling, kantor bank umum, hingga titik penukaran terpadu yang ditempatkan di lokasi-lokasi strategis seperti rumah ibadah dan pusat kegiatan masyarakat.(*)












