Kabar Baik, Flyover Paal 10 Jambi Mulai Dibangun 2027

MADILOG.CO, JAMBI – Wali Kota Jambi Maulana memastikan rencana pembangunan jalan layang di wilayah Kota Jambi akan segera direalisasikan. Salah satu proyek yang telah disepakati adalah pembangunan flyover di kawasan Paal 10 yang dijadwalkan mulai dikerjakan pada 2027.

Menurut Maulana, flyover tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas jalan nasional yang saat ini hanya memiliki dua lajur. Ke depan, akses tersebut akan diperlebar menjadi empat lajur, dengan pembagian dua lajur di masing-masing sisi.

Ia menegaskan bahwa pembangunan flyover Paal 10 tidak hanya ditujukan untuk mengurai kemacetan, tetapi juga berperan penting dalam memperkuat konektivitas wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan tersambungnya jaringan tol serta beroperasinya flyover, Pemerintah Kota Jambi optimistis Pendapatan Asli Daerah (PAD) dapat meningkat signifikan hingga mencapai Rp1 triliun.

Sementara itu, terkait rencana pembangunan flyover di Simpang Mayang, Maulana menjelaskan bahwa proyek tersebut berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jambi. Meski demikian, ia memastikan pembangunan pintu masuk utama Kota Jambi akan mulai dikerjakan pada tahun depan dan diharapkan menjadi wajah baru kota sekaligus memperlancar arus lalu lintas.

Maulana juga menegaskan komitmen Pemkot Jambi dalam mempercepat pembangunan melalui berbagai proyek strategis, baik yang berskala nasional maupun daerah. Upaya tersebut mencakup sektor pendidikan, penanganan banjir, hingga penguatan infrastruktur jalan.

Di bidang pendidikan, Kota Jambi mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat berupa pembangunan Sekolah Rakyat dengan anggaran sekitar Rp220 miliar dan daya tampung hingga 1.080 siswa. Sekolah berkonsep asrama ini diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dan seluruh biaya pendidikan ditanggung sepenuhnya, termasuk seragam.

Program tersebut, lanjut Maulana, diharapkan mampu meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sekaligus menjadi langkah nyata dalam memutus mata rantai kemiskinan.

Selain itu, pemerintah pusat juga memberikan bantuan pembangunan kolam retensi sebagai solusi pengendalian banjir yang kerap terjadi di sejumlah wilayah Kota Jambi.

Pada sektor ekonomi, Pemkot Jambi tengah menyiapkan usulan lanjutan untuk pengembangan Pasar Rakyat Talang Banjar. Desain pasar tersebut bahkan telah dipaparkan dan diarahkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Di tingkat akar rumput, Pemkot Jambi terus menggulirkan program Kampung Bahagia. Pada 2026, program pembangunan berbasis masyarakat ini ditargetkan menjangkau 1.583 RT di seluruh Kota Jambi.

“Pembangunan kita dorong dari tingkat komunitas hingga proyek strategis nasional. Semua dilakukan secara bersama-sama demi kemajuan Kota Jambi,” tutup Maulana.(*)