Kampung Haji Indonesia, Langkah Prabowo Tekan Biaya Haji dan Umrah

MADILOG.CO, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan niatnya untuk menekan biaya penyelenggaraan ibadah haji bagi jemaah Indonesia. Salah satu langkah yang disiapkan pemerintah adalah membangun Kampung Haji Indonesia di Makkah, Arab Saudi, yang dinilai mampu meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mengefisienkan biaya haji dan umrah.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri acara Mujahadah Kubro dalam rangka peringatan satu abad Nahdlatul Ulama di Malang, Jawa Timur. Di hadapan ribuan warga NU, ia menyampaikan komitmen pemerintah untuk memastikan jemaah Indonesia mendapatkan pelayanan yang optimal selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Prabowo menyampaikan bahwa upaya menurunkan biaya haji merupakan tekad pribadi sekaligus kebijakan pemerintah yang akan terus diperjuangkan demi kepentingan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengungkapkan capaian diplomatik penting yang berhasil diraih Indonesia. Untuk pertama kalinya, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi memberikan izin kepada Indonesia untuk memiliki lahan di Kota Suci Makkah. Ia menyebut, kebijakan tersebut bahkan diiringi dengan penyesuaian regulasi di Arab Saudi sebagai bentuk penghormatan kepada Indonesia.

Di atas lahan tersebut, pemerintah Indonesia akan membangun kawasan Kampung Haji yang diperuntukkan khusus bagi jemaah haji dan umrah asal Tanah Air. Prabowo memastikan, keberadaan kampung haji ini akan memberikan kepastian hunian yang layak serta standar pelayanan yang lebih baik bagi seluruh jemaah.

Ia menambahkan, pembangunan Kampung Haji Indonesia ditargetkan mulai berjalan dalam waktu dekat. Pada tahap awal, pemerintah menyiapkan sekitar 1.000 kamar, dengan rencana pengembangan secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan. Pemerintah menargetkan dalam kurun waktu tiga tahun, Kampung Haji Indonesia sudah dapat berdiri secara optimal.

Selain meningkatkan kenyamanan jemaah, proyek ini diharapkan mampu menekan biaya haji secara berkelanjutan, seiring berkurangnya ketergantungan pada penyedia akomodasi pihak ketiga di Arab Saudi.(*)