Penyaluran KUR BRI Tembus Rp178 Triliun, Fokus pada Usaha Produktif dan Tenaga Kerja

MADILOG.CO, JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatat pertumbuhan signifikan dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), khususnya ke sektor-sektor produktif. Upaya ini sejalan dengan Asta Cita, terutama pilar penguatan ekonomi rakyat. Sepanjang tahun 2025, BRI berhasil menyalurkan KUR senilai Rp178,08 triliun kepada 3,8 juta debitur.

Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menekankan komitmen BRI dalam mendukung program prioritas pemerintah, dengan fokus pada usaha yang mampu mendorong penyerapan tenaga kerja dan memperkuat ketahanan pangan. Lebih dari 60% kredit disalurkan untuk kegiatan usaha produktif.

“BRI terus berupaya memperkuat UMKM agar tumbuh sehat dan berkelanjutan, karena sektor ini merupakan tulang punggung ekonomi nasional,” ujar Akhmad dalam keterangannya, Minggu (1/2/2026).

Selain memberikan akses pembiayaan, BRI juga menyertakan pendampingan kepada para pelaku usaha. Dengan begitu, penerima KUR tidak hanya memperoleh modal, tetapi juga peningkatan kapasitas usaha yang berujung pada kesejahteraan masyarakat.

Secara sektoral, KUR BRI masih didominasi oleh sektor produksi, mencakup pertanian, perikanan, industri pengolahan, dan jasa lainnya, yang menyumbang 64,49% dari total penyaluran KUR. Pertanian menjadi sektor utama dengan nilai pembiayaan mencapai Rp80,09 triliun atau sekitar 44,97% dari keseluruhan KUR, mencerminkan komitmen BRI pada penguatan sektor riil.

Sebagai bank penyalur KUR terbesar di Indonesia, BRI memastikan setiap penyaluran dilakukan secara hati-hati, transparan, dan akuntabel. Hal ini penting karena dana KUR sepenuhnya bersumber dari bank atau dana masyarakat yang dihimpun melalui perbankan, sehingga kualitas kredit harus tetap terjaga.

Perlu dicatat, penetrasi KUR BRI ke rumah tangga terus meningkat. Hingga Desember 2025, sekitar 18 dari 100 rumah tangga telah mengakses fasilitas KUR, naik dibandingkan 15 rumah tangga pada 2023 dan 17 rumah tangga pada 2024.(*)